Senin, 27 Juni 2022

PRATIARKI HIDUP DALAM BADAN DEMOKRASI PERGURUAN TINGGI

 PRATIARKI HIDUP DALAM BADAN DEMOKRASI PERGURUAN TINGGI 


       Ideologi menurut kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat ( kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup atau cara berfikir seserang, adapun dalam artian negatif , ideologi adalah kesadaan palsu yang memutar balikkan realitas. Ideologi membutakan manusia dari kenyataan ( Karl Marx). Definisi ideologi singkat tersebut adalah dasar dari bahasan saya kali ini mengenai ideologi pratiarki. Lalu, apa itu patriarki ? . secara sederhana ideologi patriarki adalah sebuah sistem yang menganggap kaum laki-laki ditakdirkan untuk mengatur perempuan, lebih tinggi derajatnya daripada perempuan dan lebih bisa berkuasa daripada perempuan. Budaya patriarki sebenarnya sudah mendarah daging pada manusia sejak zaman purba. Misalnya dalam sebuah rumah tangga, perempuan hanya bertugas didalam rumah dan dibatasi dalam hal-hal tertentu, penentuan tugas ini tentu saja dengan kuasa seorang laki-lakidlam keluarga. Itu dulu… tapi pada zaman modern yang serba canggih dan generasi milenial yang sudah sadar akan kesetaraan gender dan berpendapat. Namun masih ada saja yang menjalankan ideologi yang sudah ketinggalan zaman dan tidak ideal untuk zaman ini, dengan alasan agama. Peran agama dalam mempengaruhi kebudayaan sebuah komunitas manusia sangat besar, apalagi didukung dengan masyarakat yang belum bisa menerima pelbagai sudut pandang pendapat juga penyebar agama atau pastor atau ustadz yang juga mungkin memiliki pemikiran seperti mereka. Hal ini tentu saja menjadi argumen yang besar untuk melawan orang-orang anti pratiarki. 

        Minggu lalu masyarakat terfokuskan dan dihebohkan dengan masih adanya praktik pratiarki di dalam badan organsasi yang dipandang paling demokratis dan menjadi pengawas bagi praktik demokrasi nasional. Bagaimana bisa praktik pratiarki masih bersemayam dalam pikiran manusia-manusia modern yang seharunya lebih berpandangan luas dan adil ?. sebagaimana saya dapatkan dari berbagai sumber praktik ini berupa peniadaan eksistensi wanita dalam organisasi tersebut. Contohnya dalam beberapa foto struktur organisasi, gambar foto perempuan hanya berupa gambar kartun wanita. Hal ini saja sudah mendasari pikiran saya bahwa badan organisasi tersebut tidak demokratis lagi. Saya paham bahwa negara kita adalah negara berketuhan , itu dibuktikan dalam kartu identitas warga indonesia tidak ada satupun dari mereka yang kolom agama nya tidak ada atau strip. Tapi dalam praktik berorganisasi menerapkan paham agama mayoritas sebagai dasar dari budaya adalah salah besar. Kenapa saya bisa mengatakan demikian. Apabila sebuah badan organisasi yang dipandang terbentuk dari kaum kaum intelektual dan kritis atas permasalahan masyarakat dan nasional mempunyai permasalahan yang kuno dan tidak seharunya ada. Tetapi mereka tidak menyadarinya, dan akan menjadi bahaya lagi masyarakat tidak akan percaya pada mereka lagi karena hanya omong kosong belaka. Budaya semacam ini seharunya tak perlu dilakukan dalam kehidupan berorganisasi yang seharusnya netral dan berpihak kepada rakyat. Menurut informasi yang saya dapat lagi perlakuan kepada wanita-wanita yang masuk dalam organisasi tersebut sudah melalui diskusi .., mungkin kalian pembaca bisa percaya ataupun tidak mengenai informasi diskusi tersebut. Kalaupun informasi tersebut benar saya tidak akan pernah mempercayai kecuali kata-kata itu terlontar dari mulut wanita yang merdeka daripikiran dan tekanan dari siapapun. Kemerdekaan kita hanya ilusi belaka jika intelektual yang sudah mengusai berbagai bahasa dan dunia tetapi masih menepikan pendapat wanita. 

       Oleh karena itu, penempatan ideologi dalam bermasyarakat dan berorganisasi haruslah tepat, saya sangat setuju apabila setiap manusia memiliki ideologi dan pendirian hidup sendiri. Tetapi hal itu tidak serta merta disebarluaskan dan memaksa manusia lain untuk menuruti ideologinya. Karena kita sudah merdeka, indonesia berproses untuk menjadi manusia merdeka. Tetapi intelektual kolot masih saja hidup, menyedihkan. Lagi-lagi tameng agama menjadi andalan bagi mereka. Maka saya katakan AGAMA ADALAH CANDU ( Karl Marx ).  

Kamis, 06 Februari 2020

Kantin Juga Menjadi Aspek Penting Untuk Jadi Univesitas TOP Dunia !!!

Kantin Juga Menjadi Aspek Penting Untuk Jadi Univesitas TOP Dunia !!!

 I0519035 Fahrul An'nas Al Kamal Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Kimia Fakultas Teknik

  A. LATAR BELAKANG

      Berdasarkan https://uns.ac.id/id/uns-opinion/menuju-revitalisasi-kantin-uns.html Universitas Sebelas Maret atau lebih dikenal dengan UNS dan apabila lebih kenal lagi disebut universitas ultraman saat ini merupakan salah satu universitas terbaik di indonesia, dari webometrics UNS memeringkati posisi ke-5 dan menduduki peringkat ke-1333 dunia. Oleh karena eksistensi yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini, UNS menjadi serbuan mahasiswa-mahasiswa baru agar dapat masuk dan belajar di UNS Surakarta. Untuk menjadi universitas TOP di Indonesia dan dunia tentu saja pihak universitas harus mengedepankan modernisasi pada setiap aspek dan fasilitas di universitas, tanpa harus meninggakan budaya-budaya Solo yag masih kental. Contoh nya saja pada peningkatan mutu dan kualitas kantin di Universitas Sebelas Maret. Untuk artikel ini , saya penulis akan memberikan umpan balik dari wacana merevitalisasi kantin-kantin di Universitas Sebelas Maret yang saya dapat dari https://uns.ac.id , penulis berharap agar pihak universitas juga mementingkan kebersihan dan kelayakan kantin-kantin di universitas sebelas maret.

  B. TUJUAN ARTIKEL

      Penulis bertujuan agar pembaca dapat pengetahuan dan informasi lebih tentang keadaan kantin di Unibersitas Sebelas Maret, sehingga dapat ikut andil untuk mendukung revitalisasi kantin di Universitas Sebelas Maret demi kelancaran perkuliahan dan dalam rangka menuju kampus kelas dunia.

  C. PEMBAHASAN

      Universitas sebelas maret sebagai salah satu universitas terbaik di indonesia dan masuk dalam klaster 1 pemeringkatan kemenristek. Oleh karena itu selain meningkatkan pembelajaran dan kurikulum kampus, pihak universitas juga harus memperhatikan aspek dari fasilitas kampus agar dapat menunjuang aspek-aspek menjadi universitas terbaik di indonesia dan dunia. Pembangunan dan modernisasi bangunan kampus harus diperhatikan dan segera di wacanakan agar dapat terealisasi. Selain bangunan untuk belajar mengajar , bangunan yang sangat vital aggar terciptanya kondisi kampus yang sehat dan bersih adalah kantin. melihat kampus Universitas Sebelas Maret yang notabennya adalah kampus go green sudah seharusnya dalah setiap sudut ataupun titik kumpul mahasiswa seperti danau Universitas Sebelas Maret dan Kantin fakultas bersih dari kekumuhan dan sampah-sampah kotor yang membuat kenyamanan mahasiswa terganggu. Dalam realita kehidupan kemahasiswaaan, kantin yang syarat akan kebersihan dan kerapihan harusnya dapat diterapkan dan di laksanakan secara menyeluruh dan kontinyu.

       Tetapi dalam realitanya kantin - kantin di universitas sebelas maret masih ada kantin yang tidak mengindahkan higenisan makanan dan alat-alat makan. Pihak universitas dan fakultas seharusnya memberikan edukasi terlebih dahulu dan selalu mengecek secara berkala apakan kantin tersebut sudah memenuhi kriteria sebagai kantin yang sehat dan higenis. Walaupun dari segi bangunan yang belum modern karena terhalang berbagai hal. Dari hal kecil tersebut kantin-kantin tersebut seharusnya menjadi tempat yang nyaman bagi mahasiswa makan atau hanya sekadar berkumpul dengan teman. Revitalisasi kantin ini sangat berpengaruh terhadap penilaian kampus yang mempunyai mimpi besar menjadi kampus kelas dunia. Apabila masih ada area kumuh dan kotor seperti kantin – kantin akan sangat mengganggu. Dan tidak seharusnya apabila sudah menjadi universitas top nasional tetapi kantin masih kumuh.

  D. KESIMPULAN

       Dari artikel yang telas saya tulis sedemikian rupa , penulis menyimpulkan bahwa dari banyaknya kantin yang berapa di universitas sebelas maret masih ada yang belum layak dari segi kerapian dan kebersihan makanan dan lingkungan. Oleh karena itu perlu tindakan dari pengelola universitas agar dapat segera ditangani dan memberikan fasilitas yang baik bagi mahasiswa yang belajar di universitas sebelas maret. Selain menunjang bagi proses belajar, tentu saja ini berpengaruh pada penilaian masyarakat tentang bagaimana kampus UNS tercina inidarisegi pengelolaan kebersihan dan pengetatan kehigenisan makanan. Penulis berharap pihak universitas atau fakultas melakukan penertiban dan eduukasi pada kantin yang belum memenuhi aspek kebersihan, dll. Layaknya restoran lain.

sumber dan referensi lainnya dapat kalian temukan di :

https://ft.uns.ac.id/
https://uns.ac.id/id/
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/menuju-revitalisasi-kantin-uns.html
https://fk.uns.ac.id/
https://feb.uns.ac.id/feb/
https://jurnal.uns.ac.id/